Showing posts with label sekolah. Show all posts
Showing posts with label sekolah. Show all posts
a Random Post (like always)
LOL!!! OH MY SWEET-SUGAR-CANDY-LORD!! I'M LITERALLY LAUGHING OUT LOUD AT THIS! (P.S. For the one who belongs that blog-post, from the deep of my heart, the deepest part of my heart, I am sorry for posting this captured picture of your blog, without asking any permissions. I meant it. I am sorry, just for fun though :p)
Tak Berjudul [Don't read this, or else you eyes will be burnt, and your brain will be exploded]
Ok, jadi postingan ini terbentuk akibat suatu rangsangan dari lembar-lembar
jawab UTS aku yang rasanya, tiap 'kelihat' sama aku, pengen aku bakar. Atau, aku
rendem di air, lalu aku masukin ke blender dan aku blend. Kenapa? Sepertinya
kata tanya kenapa akan menjadi kata tanya paling retoris yang pernah aku denger
saat ini.
Jadi, kayaknya nggak perlu aku jawab kata tanya itu. Persetan dengan kata
tanya 'kenapa'.
Ok, baiklah, jadi posisi aku sekarang lagi duduk di kursi teras. Nungguin
salah satu dari dua orang paling berpengaruh di hidup aku untuk pulang. Antara
ibu, atau bapak aku. *hela napas*
Intinya, rumah aku masih terkunci and I can't do anything about it, lah.
Baiklah, aku jelasin dulu kenapa aku bikin tulisan ini selain karena bosan.
Ya, sudah pasti karena lembar jawab UTS aku. Kenapa emangnya? Ah, persetan
dengan kenapa.
Aku kecewa sekali~ Aku berasa kesambet sesuatu gitu pas UTS. Yang ngebikin aku
males ngapa-ngapain. Males belajar, males les, males berangkat sekolah, males
menghapal. Selain itu, aku agak ilfil sama UTS. Kenapa? Ah, persetan dengan
kenapa.
Jadi gini, dulu waktu SMP, tiap aku dapet nilai bagus pas UTS dan aku
bilang ibu aku, komentar pertama dari ibu aku itu gini, "Halah cuma
UTS."
Kesannya, ngremehin UTS banget. Dan dari situ mindset aku terbentuk.
Bahwa UTS itu nggak penting.
Nggak perlu nilai bagus-bagus. Ini true story, bung. Aku nggak bohong.
Jadi, beginilah hasilnya. Aku tahu kesalahan aku, kok. Cuma aku goblok aja
baru ngeh sekarang. Jadilah penyesalan. Penyesalan emang datengnya akhir. Kalo
awal, itu namanya bukan menyesal. Tapi menyadari. Sehingga kita bakal berhenti
melakukan sesuatu yang ngebuat kita menyesal nantinya, karena kita menyadari.
Selama ini, tiap aku dapet nilai bagus, nggak pernah gitu dapet pujian yang
luar biasa dari ibu atau bapak aku. Mereka pasti bilang, "Halah, palingan
temen-temenmu yang lain dapet 100." Yaampun. Tapi itu cukup memotivasi aku
sih, buat dapet 100. Tapi, itu dulu, kawan. Pas aku SD. Sekarang, bukannya
kemotivasi, tapi malah jadi males.
Aku ngerti kalo postingan ini agak absurd. Atau memang absurd. Otak aku
lagi nggak konsen(?) Entahlah, karena apa. Karena nilai, menyesal, pintu, capek
habis sit-up sama push-up pas olahraga, atau karena perasaan aneh yang membuat aku
berasa jadi pelarian doang. Yah, nggak papa sih jadi pelarian. Daripada jadi
pelari? Aku nggak suka berlari. Ah, nggak taulah. Persetan dengan lari. Oke, di
titik ini, keabsurd an tulisan aku memang udah mendekati maksimal.
Aku bingung. Kenapa hidup manusia itu ribet banget. Banyak tuntutan.
Misalnya, nih, aku, sebagai seorang pelajar, harus dapet nilai bagus. Selain
biar banggain orang tua, gampang masuk sekolah selanjutnya, gampang nganjutin
'hidup' di sekolah, masalah prestise, dan lain sebagainya. Yang lebih kita
biasa pikirin itu, 'pandangan orang lain tentang kita'. Kalo kita dapet nilai
bagus, pandangan orang tentang kita pasti woaw banget, kan. Dan itu menjadi
suatu kepuasan tersendiri. Kepuasan sekaligus beban. Beban untuk
mempertahankannya~
Kenapa, gitu, hidup kita nggak kayak pohon rambutan depan rumah aku.
Umurnya bahkan lebih tua dari aku, dan selama ini dia fine-fine aja. Dia
berbuah enak, trus dapet pujian. Padahal dia ngehasilin buah juga bukan karena
hasil jerih payah dia. Emang begitu jalan hidupnya. Bukan karena usaha
menggebu-gebu, tapi, emang takdir dia bisa berbuah. Tapi kalo manusia gimana?
Dia harus berusaha biar menghasilkan buah yang manis. Berusaha biar nilainya
bagus, misalnya. Kalo dia nggak berusaha, bisa aja dia nggak berbuah. Mbolos
pas test trus nggak ikut susulan dan akhirnya nggak dapet nilai, misalnya. Tapi
kalo pohon? Dia diem aja, air bakal dateng, CO2 juga berlimpah, trus dia nggak
usaha aja secara otomatis dia bakal ngehasilin buah. Ah, enaknya jadi pohon.
Walaupun terlalu monoton tapi sungguh nggak ada beban.
Sedih aku meratapi nilai test aku yang terjun bebas, sementara orang lain
terbang bagai balon udara. Walaupun sebagian dari mereka nggak sepenuhnya
jujur. Tapi, atleast mereka berhasil. Dan cerdik.
Padahal, sebenarnya nilai test sama sekali nggak ngaruh buat masa depan.
Nilai emang ngaruh buat kelanjutan sekolah lo ntar. Di mana universitas lo
ntar. Tapi sama sekali nggak nentuin masa depan. Yang terpenting adalah,
seberapa kuat diri lo buat survive.
Aku kasih tau, ya, quote dari pemilik Microsoft. Software yang kayaknya
seluruh orang didunia udah pernah pake.
"'I failed in some subjects in exam,
but my friend passed in all.
Now he is an engineer in Microsoft
and I am the owner of Microsoft."
SUMPAH ITU MOTIVASI BANGETLAH YA!!!!! *KECUP SAYANG BILL GATES*
"Pasti sekarang orang-orang mikir aku bodo banget.. Gimana kata bapak aku?
Gimana kata temen aku? Gimana ini? Aku pengen mati aja (oke ini
lebay-_-)," pikiran ini terkadang muncul dibarengi dengan perasaan merah—bukan merah muda—yang menimbulkan
kekecewaan terhadap diri-sendiri dan perasaan malu, ketika kita dapet nilai
jeblok di test kita. Apalagi kalo sesama kita dapet nilai yang rata-rata
melambung jauh dari punyamu. Yes, I know what you feel, bro. I know what
exactly it fucking feels like.
Sering orang kalo habis dapet nilai jelek bakal mikir 'gimana kata bapakibu
aku, gimana ntar temen aku bilang dari aku, gimana prestise aku di depan
guru-guru?' Gimana, gimana, gimana. Nggak ada apa-apa. Mereka baik-baik aja,
kok. They're fine, don't ask how they are again.
Padahal, kalo dipikir-pikir, kita 'seharusnya' mikir 'gimana sekolah aku
kalo nilai aku jelek gini?'. Coba pikir, kalo nilai elo jelek, lalu grafik
rapot lo terjun payung, nggak naik kelas, nggak keterima PTN jalur undangan,
dan lebih parahnya lagi nggak keterima PTN manapun! Gimana perasaan lo ntar?
Gimana, gimana, gimana. Amit amit, dah.
Padahal, semua kehancuran elo cuma gara-gara satu hal doang.
Kemalasan.
Tapi, tenang. Nilai nggak nentuin masa depan, wahai kawan. Jadi, yaudahlah
jangan stress stress banget. Tapi, kalo lo terus-terusan males. Sama aja. Hidup
lo bakal gitu-gitu aja. Sama kayak angka warna merah di lembar jawab lo. Rendah.
Ah, betapa labilnya postingan ini. -_-
Trus maksudnya apa? Pertanyaan lagi. Kenapa, apa. Apa lagi? Siapa kapan,
bagaimana. Persetan dengan pertanyaan.
Kata tanya yang sebenarnya diperlukan hanyalah kata, 'kenapa' dan
'bagaimana'. Nggak perlu pake semua kata dalam 5W + 1H. Dalam kasus ini.
"Kenapa nilai test aku bisa jelek banget?"
- karena elo malesan. Nggak belajar. Nggak fokus pas sekolah. Nggak
punya motivasi. Nggak punya semangat. Nggak punya penyemangat.
Nggak punya inisiatif. (inisiatif mencontek pas test, misalnya.) bla-bla-bla.
"Trus aku harus bagaimana?"
- dalam menjawab kata tanya bagaimana ini, lo harus udah ngejawab
pertanyaan kenapa. Kenapa? (persetan dengan kenapa.) kerena lo harus tau
sebabnya. Sebab mengapa lo gini, kenapa nilai lo jelek, kenapa lo malesan,
kenapa lo nggak semangat, kenapa lo sering diphp(karena lo ketinggian
ngarepnya!)
Contoh yang terakhir abaikan saja.
Barulah, elo tahu apa yang harus lo lakuin. Nggak usah kelamaan mikir.
Langsung lakuin.
Kalo kata orang, sih, "Think less, live more."
Jangan kebanyakan mikir, hidup aja. Hidup disini maksudnya, lakuin. Kalo
kata bu Heni, lakukan. Lakukan apa yang menurut lo yang terbaik yang harus lo
lakukan. Nggak usah dipikir berat-berat. Hidup udah berat, jangan
ditambah-tambahin. Nanti obesitas. Diet itu susah. Makanya jangan bikin elo
harus diet karena kegendutan. Stop thinking, start acting. Lakukan sekarang.
Lakuin hal yang bikin lo nggak gendut. Dan berhenti bikin tubuh lo gendut,
sebelum elo harus diet. Karena diet itu sama aja nyiksa diri. Kegendutan juga
bakal nyiksa diri elo ntar. Ingat, yang berlebihan itu nggak baik. Dan kadang
menguranginya itu butuh perjuangan berat. Contohnya, diet. Jadi begitulah
analoginya(?) intinya cegah sebelum mengobati (?) cegah kemalesan dsb yang
ngebikin elo menyesal.
Menyesal itu nggak enak. Seriusan. Sama kayak diet. Hidup cuma sekali.
Jangan cuma lo isi dengan penyesalan. Let it be, ajalah. Jangan kelamaan
nyesel, karena ntar lo bakal tambah nyesel karena waktu lo yang terkuras dalam
lubang penyesalan. Intinya, cepetan move on nya. Jangan lama-lama. Ingat, hidup
cuma sekali. Sebentar, lagi. Jadi jangan buang waktu lo dengan yang disebut di
atas.
Contohnya, aku, walaupun nilai aku jelek. Aku masih santai. Dan cepet
banget move on dari angka-angka sialan itu. Walaupun perasaan kecewa dsb juga
masih ada, tapi yaudahlah. Aku tahu ini salah aku. Jadi, aku nggak menyalahkan
keadaan. Atau apa yang orang nilai tentang kita. Atau soal yang aku dapetin pas
test. Atau kehidupan high-school yang susah. Atau hidup yang terasa ribet dan
njlimet. Tapi, aku nyalahin diri aku sendiri, lalu memaafkannya, dan try to be
better-myself. Hidup nggak usah dipersusah. Kalo ada yang salah, langsung
maafin, dan perbaiki. Hidup cuma sekali, jangan diisi dengan dendam.
(?)(?)(?) *absurd klimaks*
Aku nggak mikir dengan berat. Karena hidup biasa aja udah berat, apa lagi
ditambah dengan penyikapan yang lebay. Udahlah, percuma juga kalo disesali,
kalo emang udah terjadi. Nggak bisa diulang kan?
Trus gimana?
Gimana lagi, gimana lagi. Yaudah, REMIDI. Perbaiki. Udah. Ya mau gimana
lagi? Nyesel? Nangis? HAH. Alay amat -_- Hidup cuma sekali, jadi, nikmati.
Nikmatilah remidialmu.
![]() |
| Lihat lambang diatas quote itu? HA! LAMBANG AQUARIUS! Aquarians emang setrong. Jarang stress B) |
Jadi, apa tujuan tulisan ini?
Selain buat ngisi waktu dalam menunggu, (Hidup cuma sekali, jangan habisin buat menunggu!) tulisan ini tujuannya juga buat hibur, motivasi, semangatin dan bela diri sendiri. HAHAHA. *tampang orang gila*
Jadi, sekian dan selamat. Selamat udah bisa strong enough untuk membaca tulisan absurd ini.
Intinya, hidup cuma sekali.
Jangan stress.
You are too blessed to be stressed.
We Did it
Oke aku tau
ini mungkin rada nggombal-_- Tapi beneran deh aku ntar pasti bakal kangen sama
XC :' Nah kan nggombal-_-
Bukan
apa-apa sih, cuman dalam waktu satu semester aja kita udah kompak gitu dan
banyak banget susah sedih seneng yang kita alami. Berasa baru kemaren aja
MPOnya :' huhuhuuu...
Kemaren nih
kan XC ikut acara Sound of Life dan kita alhamdulilah menang.. Yaolooohh ga
nyangka banget! Ih tapi aku akuin, we deserve that way, mengingat perjuangan
kita, dimulai dari mikir apa yang mau dipentasin, latian nyanyi, latian dance,
ngabisin makanannya Dela._., DEBAT SAMA SATPAM, HAMPIR LOMPAT PAGER SEKOLAH-_-
KOK BISA? Yah ntar aku jelasin.
Mikirin apa yang mau dipentasin.
Pertama kita mikirnya sih intinya dancing We're all in this together yang di HSM2. Kalo ceritanya sih belom dapet waktu itu, cuman kita ngebet banget pengen dance itu :3
Tapi pas lagi samangat2nya ehhh taunya hadiah 750ribu itu buat juara 1,2,3 nggak buat satu pemenang-___- Yee tapi kita nggak nyerah dong ya huehuehueee udah terlanjur punya konsep masak mau berhenti B)
Pertamanya penuh perdebatan gitu deh, pas ngomongin cerita, katanya konsep yang kita dapet terlalu sinetron lah, susah nyari lagunya lah, balbala-__- ribet pokoknya dah. Aduh yang jelas aku bingung sendiri._. Terima jadi ajalah~ huehueheu
|
Naah ini
waktu pelajaran kosong. Lagi bicarain soal konsep cerita drama musicalnya.
Penuh Yes dan No.
|
Belom dapet mufakat. Mikir lagi. Settingnya di rumah
Dela.
Sekalian mau nonton Breaking Dawn part 2 waktu itu. Dan karena harus ke rumanya Dela, terpaksa deh yang bawa motor (uhuk Ijah uhuk) harus bawa kita satu-satu atau bahasa gaulnya, nglangsir. B) Tapi ya mau gimana lagi.
Karna kita orangnya talker dan demen banget sama yang namanya procrastinating. Yaudah. Bukannya dapet benang merah, malah ngomong, nggosip, ngabisin makanan, dan yang jelas... Foto-foto!!
Okeee back to the topic-_- Kita sempet sih bicarain
dikit2 soal Sound Of Life nya-_- Tapi Rara keburu di jemput AA' Rayi. Yaudah
deh, yang lain pada ikutan pulang.
Discuss of konsernya fail.....
Lanjut. Kalo aku nggak salah.. Pas hari apa gitu, pokoknya pas aku ketemu BT yang lagi sumringah, dan dengan senang hati ngasih tau nilai fisika--' Nggak tau dah tbtb dia sumringah gitu, cengar-cengir.
Nggak tau pas hari apa, tiba-tiba kita langsung dapet idenya gitu dan dihari itu juga kita langsung nggarap propertinya. Kayak bikin rumput-rumputan, ngeprint duit seribuan. Pokonya langsung dikerjain di hari itu di rumahnya Setia. Wooaww how amazing we are! Nggak sempet diabadikan sih pas dirumah Setia
Latian.
Lanjut. Kalo aku nggak salah.. Pas hari apa gitu, pokoknya pas aku ketemu BT yang lagi sumringah, dan dengan senang hati ngasih tau nilai fisika--' Nggak tau dah tbtb dia sumringah gitu, cengar-cengir.
Nggak tau pas hari apa, tiba-tiba kita langsung dapet idenya gitu dan dihari itu juga kita langsung nggarap propertinya. Kayak bikin rumput-rumputan, ngeprint duit seribuan. Pokonya langsung dikerjain di hari itu di rumahnya Setia. Wooaww how amazing we are! Nggak sempet diabadikan sih pas dirumah Setia
Latian.
Nah. Setelah itu kita mulai latian deh, dimulai dirumah aku, pas itu nggak latian sih, cuma ngrekam yang buat dubbing-nya. Etapi aku syok banget, ternyata yang kerumah aku itu semua temen sekelas!! Semuuaa!! Kecuali wipi yang ijin karna sakit. YAOLOOOHH SEMUA. Gila-_- tau dah. Skip.
The next day, latian di rumahnya Rara.
Nah kalo ini kita udah latian buat dramanya. Sempet ganti peran. Sebenernya Arin yang jadi cewenya, tapi kata Arin "Aku ki ora entuk kemistri ilhoo nak mbek aslah." Sigh... yaudah ganti Dela, setelah melalui debat yang panjaaang. Di rumah Rara ini yang jadi ngeh. Pas itu pertama kalinya kita latian buat dance. Setelah mempelajari gerakanya dari Video Dance Along nya. Hoaah dan untung semua mau latian dan berpartisipasi. Sangat mengejutkan loh!
|
Ifa, Kafi
latian vocal. Hera menatap tajam. Tomi lewat. Aku, Jihan foto. Saed.... Loh
sejak kapan dia disitu?
|
The nexttt daayyyy! Ini adalah puncak dari semua
puncak(?)
Berhubung kita butuh banget tempat yang luas buat
latiannya, kayak misal studio senam gitu, terpaksa kita nyewa tempat~
Pertamanya Rara yang mau nyariin, katanya sih di
belakang pasco ada, tapi kacanya jelek. Tapi kalo dipikir-pikir transportnya
gampang, kan tinggal jalan, yekan? Nah maka dari itu aku, Dela, Ijah, nyoba
kesana, buat booking. Nah bingung-bingung kita nyari tempat, sampe ketemu sama
ibu-ibu yang pake baju item, serem banget pokoknya._. Wkwk berasa kayak di
film2. Kita tanya, tempat sanggar buat senam mana, ibunya bilangin sih tapi
malah di kasih taunya tempat fitnes-__- Hoohh sigh.. Yaudah kita balik, dan
akhirnya nemu! Udah sepakat tuh sama masnya, "Oke mas nanti jam.. engg.. 10
ya," "Ya, oke." kata masnya. Kita sempet bingung, kok nggak di
bilangin apa-apa, harga kek, waktunya kek, apa kek, atau minimal di catet
kek-_- yaudahlah yang penting kita udah lega.
Nah pas kita otw ke sekolah buat bilang ke anak-anak
kalo kita mau latian jam 10 nanti. Tiba-tiba bencana datang...
Dan dari sinilah semua berawal....
Masnya dateng. Lari-lari. Tergopoh-gopoh(?)
"Mbak!"
Aku mikir, ni masnya ngapain-___-
"Mbak, engg... itu.. Tempatnya nggak bisa dipake
dulu."
And I was like, WHUTT??!! How PHP you are!!(?)
"Ada yang meninggal di samping tempat sanggarnya.. Trus nggak bisa buat berisik dulu,"
SIGHHHHHHHH.........
"Tapi kalo sore bisa, jam 3 atau 4.. Ya jam 3 lah.."
~~~~
HOAH. Masnya itu membuat kita harus mikir lagi mau kemana. -_- Ahh pokoknya wasting time bangetlah. Errhh.. Akhirnya aku tanya Rara, ada sih di sanggar deket rumahnya Ratna, sanggarnya mbak Dian._. Yetapi masalahnya tempatnya kejauhaaann. Yaudah mikir lagi. Dimana dimana dimanaaa~~
Rara bilang deket wonder ada, tapi sekali lagi
permisah transportnya is very difficult. Yaudah akhirnya debat lagi. Sighhh...
Ada sih sanggar Seroja itu loh, tapi katanya mahal._. Sumpih aku dibilangin
orang-orang itu tuh mahal. Oke, tapi Dela, Ijah, sama Jihan udah survei dan
katanya terpaksanya disitu, udah nyewa 3 jam. Satu jamnya 25 rebu. BAYANGKAN!
-_- Mahal kan? Errhh.
Akhirnya kita latian deh. Sempet dikasih cobaan lagi sih. Jadi waktu itu aku pulang dulu, ganti baju. Nah waktu udah sampe di sanggarnya itu, taunya gerbangnya di kunci. DI KUNCI. Padahal di dalem udah ada Dela, Jihan, Dea, dan anak-anak lain. TAPI GERBANGNYA DI KONCI. Yaelahhh.. Dramatis banget suasananya, berasa jengukin temen yang di penjara. Akhirnya salah satu dari kami nelpon mbaknya, dan beberapa menit kemudian mbanya dateng, bukain pintu. Berasa malaikat dan itu mbaknya.
Akhirnya kita LATIAAANNN. Latian butuh musiknya kan nah lagunya itu ada di flashdisk aku~~
Tapi unfortunately, bencana dateng lagi.
FLASHDISK AKU ILANG!! GILA!! GA ABIS ABISNYA YA COBAAN DATENG!! -_-
Terpaksa aku balik ke rumah lagi, bareng Faraw. Sampai rumah aku cari-cari itu Flashdisk. Persetan dengan flasdisk. Aku cari dimana-mana nggak ketemu. Ya ALLAAHHH padahal aku udah ngemix lagunya sampe malem. Ya walaupun belom selesai tapi kan sayang bangeettt :' Mana datanya nggak aku backup ke lepi lagi huhuuu :' Truss ya udah akhirnya dengan terpaksa pake lagu We're All In This Together yang udah aku potong-potong trus disambung (?) untung aja yang satu ini aku backup. Tapi nggak bisa latian drama pake dubbingnya :' Yaoloh aku merasa bersalah banget. Kok bisa ilang sihhh huhuu :'
Yaudah langsung capcus aku sama Faraw balik ke Seroja.
Kita latian dance. Mati-matian. Ulang lagi. Sampe kompak pokoknya. Dan yang cowok-cowok gitu pada mau yaoloohh pemandangan langka wkwk. Dancing over and over again. Sampe keringetan. Trus ohya rekaman buat suara Bancinya, nyalesein properti, latian drama juga walaupun tanpa dubbingnya, yang nyanyi pada latian vocal, yah walaupun tanpa iringan musiknya. Aduh aku merasa bersalah banget..
Udah tiga jam kita latian. Dan kita masih mau latian lagi. Akhirnya kita perpanjang, jadinya kita latian 4 jam. Latian lagi. Ulang lagi. Evaluasi. Koreksi. Over and over again~ Trus masih belom mantep dan rencana abis maghrib yang bisa dan mau dan boleh, kerumah Dela buat latian pake musik, soalnya habis dari latian aku mau langsung bikin soundnya.
Oke. Waktunya pulaaanggg.. Weeiitss nggak dulu, kita sholat bareng bareng dulu di masjid raya, berdoa biar apa yang kita lakuin sekarang nggak bakal sia-sia ntar, sekalian bicarain kostum DAN waktu itu mendung sama gerimis jadinya kita nggak pulang dulu aja, takut ntar kehujanan di jalan :3
Nah pas kita sholat, kan kalo cewe di atas, nah dari atas itu keliatan ada mas-mas yang sholat ngepas di tengah bunderan karpet :3 Amazing banget dah pokoknya. Pas sujud aku foto deh huehuehuehu. Ini sebenernya udah aku rotate tapi kok nggak mau nge rotate -_-
Abis sholat kita masih di masjid, enak banget dah di masjid raya.. Adem~ Kita bicarain soal kostum yaelah rempong dah pokoknya, pake mau diseragamin segala. Kan ribet. Kalo nurut aku sih mendingan bebas aja~ Tapi akhirnya setelah berdebat sampe ujannya tambah deres, bahkan deres. Akhirnya nggak pake seragaman, jadi bebas sesuai peran masing-masing. Karna ujan terpaksa kita stay di situ, sambil galau gara-gara Dela nggenjreng gitar ._.
Singkat cerita, (kayaknya ini Post panjang banget-_-) Ujan udah reda yah walaupun masih ujan. Kita makan dulu di Cabe. Pesen makan sayap ayam kalo aku mah, sama Jus semangka. Pas mbaknya ngambil pesenan, mbaknya bilang, "Ayam sayapnya nggak ada, adanya paha," SIGHHHH yeudah udah keburu laper. Kita nungguin, sambil nonton TV dan nggak lama, mbaknya dateng lagi. "Uh- Um jusnya nggak ada semua, baru nggak bikin jus hari ini.." WHUUTTT?! "Walah mbak, sekalian nggak usah jualan aja.." Rara said. CUNGGUH JELEBB.. Mbaknya diem. Yaudah kita terpaksa ganti minum.. Padahal lagi pengen-pengennya jus semangka -_-
|
Makanan
kitaa~~ Hera sempet jaim buat nambah nasi. Tapi taunya semua pada laper
jadinya pada nambah semua :3 Hera nggak sungkan lagi deh :3
|
Pas makan Ijah nggak pesen makanan sendiri. Nggak punya duit katanya, yaolooh melas.. Yaudah kita bagi makanan kita :3 Kekeluargaan sekali, bukan?
AKHIRNYA PULAAANGGG yang bawa properti terpaksanya aku-_- yaolooh perjuangan banget ujan-ujanan bawa properti :'3 Kita kereenn. Sampe basah kuyup aku sumpahan deh. Sampe rumah aku langsung ganti baju, sudah pasti. Ijah mampir dulu karena alasan tertentu. Pas sampe rumah aku NEMU FLASHDISK AKU YANG ILANG ITU!!! Di bawah tumpukan kertas yaolooohh. TOO LATE. Gila aku jengkel banget nemu tu benda -_- Yaudahlah, masih untung ketemu, yegak?
Yaudah langsung the next day....
HERE WE GO
Kita kerumah Dela dulu jam 5 PAGI. BAYANGKAN JAM LIMA EL I EM A PAGI PE A GE I. Yah walopun aku nyampe sananya kam 5.30 ._. Kesiangan aku bangunnya. Yaudah sampe sana, semua pada ribet dah di kamarnya Dela. Dela udah fitting baju dan untuk pertama kalinya mereka denger mixed lagunya. Di tengah tengah keribetan. Nggak disadari, iPod nya Dela ILANG!! Ya ALLAH. iPod Nano permisaa, ILANGG!! "Lha mau neng ndi Del?" "Rareti mau ki neng kasur, tapi kok raenekk.." Aku liat ke kasur, penuh dengan tas, makanan, baju-baju.. Pigimane kaga ilang, nyelip kali~ Trus kita turunin semua benda-benda yang sekiranya mengganggu. Dan.. NGGAK ADA! Astaughfirullah.. Gimaneee... bencana dateng muluuu gilaaaa
Blablabla, setelah beribet-ria, kita akhirnya sampe di sekolaahhh~ iPodnya Dela, dilupain dulu, ntar pas pulang mau dicari lagi. Yaoloh pukpuk Dela.
Unfortunately, bencana dateng lagi..
That annoying school guard.
Satpamnya ngebet banget nggak ngebolehin kita masuk. Gila. Gara-garanya kita pake baju bebas. YAGIMANE KAGA PAKE BAJU BEBAS? Ini kostum pak, kostum!! Oh my lord. Aduh gimana kita marah-marah waktu itu sama satpamnya, yagimanagakmarah Hera aja pake baju bebas dan dia boleh masuk gara-gara berangkatnya pagi, pas satpamnya nggak berangkat kali -_- Kita pasrah banget habis nyumpah-nyumpah sama satpam, "Eh yaudah kita drama trus direkam buat ditonton sendiri aja.." JELEB. Gile kali, perjuangan kita... Aku udah ujan janan woy gilagilagila. Rasanya langit udah runtuh di atas kepala aku... #lebay. HOAA kita bergalau di emperan toko-_- Sambil bawa-bawa properti..... yaoloh ngenes. "Yaudah kita lewat pager aja yo!" DAN BENARRR.. HAMPIRR. Hampir aja kita lompat pager yaoloh anarkis. Tapi trus ada yang bilang, "Ojo lhoo nambah masalah mengko." Yaudah. Trus untungnya, diantara kita ada yang pake seragam, soalnya perannya emang jadi pelajar; Ervika dan Laila. Ervika kita suruh masuk dan bilang ke panitia acara kalo kita nggak dibolehin masuk, padahal kan udah disms kalo boleh pake baju sesuai peran. BLABLABLAAA akhirnya panitia dateng ke gerbang dan lagi berdebat sama satpam dan pak Pri. Perdebatan yang sangat sengit. Dan akhirnya kita boleh masuk, TAPIIII harus nunjukin kartu pelajar.. ELAHAH -_-
AKHIRNYA KITA BISA MASUK KE SEKOLAHH. Nggak pernah seseneng ini gara-gara bisa masuk sekolah. Selain seneng karna bisa masuk, kita seneng juga gara-gara bisa ngalahin tu satpam asadkjaj.
Akhirnyaaa... Kita latian bentar dan langsung
capcusss :3
Kita di urutan 2. Pas udah perform rasanya lega banget tapi kita nggak sempet ngrekam :' Semoga aja ada panitia yang ngrekamin ._. Ngarep.
Abis perform kita liat dari kelas-kelas lain. Bagus-bagus bangeeettt dan seketika kita pesimis. Mana pada pake makeup dan kostum yang niat :'3 huhuuu.. berasa kita tu.. asdfgjhjlkl.
BLABLA saatnya pengumumaan..
The most unique...
Kita nggak masuk.. Yang masuk di paling unik ini malah
yang kita kira bakal menang :' Jadi aduh udah pesimis
The most kompak (?) ._.
Berharap kita masuk soalnya kayaknya sih kita udah
kompak gitu ._. GR wkwk.. Tauunyaa kita nggak masuk ya Allah~~~~
Best performance....
Udah mikir nih aku, kita ga bakal masuk.... HUA
udahlah bubar, pulang..
TEN C!!!
Weee? Aku cengo. Ciyus nih? Ya Allah nggak ngira banget aku! .____. Kita menang? Ciyus? Semua pada treak-treak ga jelas, kesenengen. Sementara aku cengo. WOAAA
Yaudah terima saja kenyataan bahwa kita menang..... #kemaki
Sudah-sudah. Kita seneng banget yang jelas. Berasa semua tu nggak sia-siaa.. Alhamdulilah banget :'
Pas dirumah Dela, kita bantuin ngerapiin kamarnya Dela yang supercalifragilisticexpialidocious messed up, dan yang jelas bantuin nyari iPodnya Dela. Yaolo kok bisa ilang sihh-_- Nggak ketemu kita nyari. EH ya trus Dela dapet sms kalo ada basket, trus yaudah Arin sama Dela ganti baju.. Nah pas buka lemari......
iPODNYA DI DALEM LEMARI YAOLOOOHHHHH -__________-
FIGHT. BEING
TESTED. KEEP FIGHTING. HAPPY ENDING.
TAMAT.
Subscribe to:
Posts (Atom)

























